Keindahan tenun Indonesia juga banyak memikat para perancang busana kenamaan. Mengapa? Karena selain indah, kain tenun dapat membuat pemakainya kian eksotis juga anggun.
Lihat saja Uke Toegimin, perancang busana asal Kalimatan Barat ini mengangkat tenun ikat Dayak dalam karya-karyanya yang dikatakan sebagai karya dengan “sentuhan tradisional selera internasional”
Lihat juga Poppy Dharsono, desainer senior kenamaan tingkat nasional ini merancang desain pakaian yang terinspirasi dari motif kain tenun troso, Jepara. Ia mengangkatnya dalam sebuah peragaan busana dengan tema Passion of Kartini.
Dan, untuk tingkat dunia, beberapa desainer lokal pernah membawakan tenun dalam peragaan-peragaan busana internasional, seperti di Pret-a-Porter, Paris, yang dibawakan oleh Hamy Budi Winarko, Danny Agung Wirawan, Priyo Oktaviano, dan Adi Teguh Prabawa.
Desainer dari mancanegara pun sangat berminat pada tenun, seperti desainer Laura Miles dari Inggris. Bahkan, dua merek internasional yakni Gucci dan Christian Dior baru-baru ini tertarik untuk menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar